Indonesia campaign

Send a letter and an email to the Minister of Department of Ocean Fisheries, Mr. Freddy Numberi. Make the following points:

– Indonesia is the world’s biggest catcher of sharks, many of which are finned while the fishing vessels are at sea.
– Many species of sharks are endangered – action must be taken now to stop their extinction and to ensure the well-being of the oceans.
– Ask what steps Indonesia is taking to ensure sustainable shark fishing
– Request that Indonesia introduces a total ban on shark finning

The address is:

Mr. Freddy Numberi,
Minister of Department of Ocean Fisheries,
ex. Gedung Humpus,
Jl. Medan Merdeka Timur no.16
Jakarta 10110,
Indonesia

email: pusinfoyanmas@dkp.go.id

Below is a sample letter (English and Bahasa Indonesia versions) which you can use or edit if you prefer (although it is better to write in your own words).

Sample letter in English

I am writing to you to request that Indonesia places a ban on shark finning. Shark finning is the practice of removing the shark’s fins while the fishing vessel is at sea and discarding the rest of the body (often still alive) to the ocean. Finning, along with unsustainable fishing methods such as long-lining, is responsible for the decimation of shark populations throughout the world. A prohibition of the practice of finning would result in the landing of sharks with their fins attached and therefore make a significant contribution to shark species identification, quantification of weight of catch and enforcement of fishing laws.

Indonesia catches more sharks than any other country in the world: in 2004 it caught 15% of the world’s total catch (122,000 tonnes). In addition to this the Food and Agriculture Organisation of the United Nations estimates that 90,000 tonnes of shark catch from long-line fishing in Indonesian waters goes unrecorded. Indonesia is a key exporter of shark fins to external markets such as Hong Kong, China and Singapore. The current level of shark catch is unsustainable, both economically and ecologically; within a few years many species of shark which were previously common, such as the black tip shark, could become extinct. As sharks are top predators and play a vital role in the ecological systems of the ocean their extinction would not only have unforeseeable environmental consequences but would also result in the end of the Indonesian shark fishing industry.

As a major exporter and consumer of shark fins, Indonesia is in an ideal position to lead the way on the international stage with this issue and to make a valuable contribution to the conservation of shark species. Please introduce a ban on shark finning and implement controls to ensure that it is enforced.

Yours sincerely,

 

Sample letter in Bahasa Indonesia

*** START OF LETTER ***

Kepada yang terhormat,

Saya menulis kepada anda untuk memohon kebaikan untuk menempatkan suatu larangan terhadap perburuan hiu liar di Indonesia. Perburuan hiu liar adalah suatu praktek pengambilan sirip ikan hiu saat kapal-kapal pemburu beroperasi di laut dan membuang tubuh-tubuh hiu (seringkali masih hidup) kembali ke dalam laut. Perburuan ini, yang mana dilakukan dengan metode memancing yang tidak benar seperti misalnya penjaringan hewan besar-besaran dengan materi peralatan yang salah, bertanggungjawab terhadap penipisan/pemunahan perlahan populasi ikan hiu di seluruh dunia. Larangan terhadap praktek perburuan hiu liar akan membantu hiu-hiu tetap memiliki sirip mereka, dan tentunya akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengenalan atau pengidentifikasian spesies hiu, pengukuran berat hiu-hiu tangkapan, dan penegakan hukum tentang penangkapan ikan.

Indonesia menjaring ikan hiu lebih banyak daripada negara-negara lain di dunia; pada tahun 2004 menangkap sekitar 15% dari total tangkapan dari seluruh dunia (122,000 ekor). Dalam sebuah perhitungan tentang hal ini dari Organisasi Makanan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization of the United Nations) keluar hasil taksiran bahwa 90,000 ekor hiu tangkapan hasil dari penjaringan ikan besar-besaran di perairan Indonesia tidak tercatat. Indonesia adalah eksportir utama sirip ikan hiu untuk pasar dunia seperti misalnya Hong Kong, China, dan Singapura. Tingkat penangkapan ikan hiu yang mana pada saat ini tidak masuk akal dan tidak pada tempatnya, baik secara ekonomis maupun ekologis, dalam beberapa tahun bisa membuat banyak spesies ikan hiu yang sebelumnya masih banyak, seperti misalnya hiu ekor hitam (black tip shark), menjadi punah perlahan. Karena hiu-hiu adalah predator utama dan memegang peranan penting dalam sistem ekologis di laut, kepunahan mereka tidak hanya bisa mengakibatkan konsekuensi kesehatan lingkungan yang tak terduga, tetapi juga bisa menjadi akhir dari industri penangkapan hiu di Indonesia.

Sebagai eksportir utama dan konsumen besar sirip hiu, Indonesia adalah tempat yang ideal untuk memulai suatu cara atau tindakan di kancah internasional tentang hal ini dan membuat suatu kontribusi berharga untuk persoalan spesies hiu tersebut. Saya mohon, perkenalkanlah suatu larangan perburuan hiu liar dan kontrol pelaksanaannya untuk memastikan bahwa peraturan itu terlaksana dengan baik.

Dengan segala hormat dan kesungguhan,

*** END OF LETTER ***